Otak Orisinal Indonesia

Presiden Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini membuat orang tertawa terbahak-bahak hingga meredakan politik. Salah satunya adalah kisah yang dilansir NU Online tentang pergelaran otak sedunia.

Alkisah, dalam sebuah pameran otak sedunia, otak manusia dari berbagai negara dipajang di dalam akuarium lengkap dengan label nilainya. Seorang pengunjung memperhatikan bahwa nilai otak dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman justru lebih rendah daripada otak Indonesia.

Merasa heran, ia bertanya kepada penjaga pameran, “Mengapa nilai otak Indonesia lebih tinggi, padahal otak negara-negara maju terkenal lebih cerdas?” Sang penjaga tersenyum lalu menjawab, “Karena otak Indonesia belum pernah dipakai untuk berpikir, jadi kondisinya masih baru dan nilainya pun sangat tinggi.”

Baca juga: Nilai Islam di Barat

Flashback pada tahun 2000, majalah Jawa Pos mengedarkan lembaran koran berisi informasi tentang otak dari segala penjuru dunia. Di antaranya, Jepang dan Indonesia. Kenapa kok kedua negara tersebut yang kami sebut, bukan yang lain? Karena isi koran menyatakan hasil analisa yang menganga bahwa IQ bayi lokal milik Indonesia berkisar dari 95-110. Namun, setelah melewati jenjang kuliah, di luar dugaan, bukan malah pintar dan berkembang, IQ mereka malah menurun menjadi 100-90.

Sementara itu, cerita di negeri Bunga Sakura sebaliknya. Di saat bayi mereka baru lahir, IQ-nya lebih rendah daripada Indonesia, berkisar dari hitungan 90-100. Namun, setelah menjalani kehidupan selama bertahun-tahun sampai usai sekolah kuliah. Mereka berevolusi, menciptakan teknologi modern unggul dan lain-lain. IQ para pemuda tembus pada angka 110-120. Mengejutkan.

Imunisasi, mungkin salah satu dari kian faktornya. Oleh hal itu, mengapa sebagian besar dokter, anak-anak mereka tidak disuntik cairan vitamin atau vaksin? Jawabannya sudah ketebak. Yaps. Ada udang di balik batu. Ternyata mereka menyembunyikan sisi gelap imun, yang katanya merangsang sistem kekebalan tubuh, sehingga seseorang menjadi kebal atau lebih tahan terhadap penyakit infeksi tertentu. Jadi, bukan hanya kebal tubuhnya, otaknya pun ikut tebal.

Otak menjadi salah satu organ yang paling kompleks dalam tubuh manusia. Organ ini tersusun dari sejumlah jaringan pendukung dan miliaran sel saraf yang saling terhubung. Otak dilindungi oleh lapisan pembungkus yang disebut selaput otak (meninges) dan tulang tengkorak, serta terhubung ke saraf tulang belakang seperti hati. Bila ia rusak, yang lain ikut pula.

Dulu penjajahan di atas muka bumi ini terkasat oleh mata, berkeliaran di mana-mana tetapi mudah dijangkau. Buktinya, Indonesia merdeka meski menunggu 350 tahun kemudian. Namun untuk kali ini, perang bukan lagi dengan pedang atau senjata berapi. Tetapi sekarang, sebaliknya dan sulit dijangkau. Ada yang menggunakan drone sebagai medianya. Caranya, kunci target, setelah itu tunggu tanggal matinya. Ada Penjajahan retorika melalui game gadget. Bukan jasadnya terbelenggu, tapi mental dan daya inteleknya yang dijeruji. Betapa banyak anak di bawah umur sekarang, terjangkiti dengan game online. Dan ini lebih kejam daripada penjajahan model dahulu. Dan waktunya pun berkepanjangan tiada ujung.

Sekarang tidak semua media sosial menjadi alat untuk tukar-menukar pikiran, menebarkan kebaikan nan kebajikan. Tetapi menjadi markas berkumpulnya penyebar ideologi, teologi, bahkan hal yang bergaris merah untuk 18 ke bawah. Game Roblox, salah satu contohnya. Mayoritas penggandrungnya didominasi anak-anak yang masih berstatus pelajar SD, dan TK. Miris. Akibatnya, akar keyakinannya sejak dini udah tidak lagi kokoh, rapuh, bahkan ada yang hampir roboh.

Baca juga: Dont Back to Zero

Di sebuah video cuplikan Uploader yang iseng bertanya ke kedua pelajar SMA. Pas ditanya, “Berapa hasil dari pembagian 12:3?” Sejurus kemudian, mereka dengan mudah menjawab, ‘3’. Bukan tersipu malu, malah terkekeh kayak gak punya dosa.

Pesan yang ingin disampaikan penulis, bahwa Indonesia sejak dulu hingga sekarang masih menjadi sasaran empuk antek asing. Di antara dari sekian kekayaan alam yang menjadi sorot internasional adalah komoditas mineral dan energi—terutama nikel, batu bara, emas, dan tembaga—serta keanekaragaman hayati dan perkebunan seperti kelapa sawit. Untuk itu, mulai dari sekarang mentalitas, moralitas, bahkan intensionalitasnya harus dijaga. Dan itu berpusat dari sebuah daging kecil yang terletak di kepala manusia yakni, otak. Sebab benteng terakhir suatu negara bukanlah pagar perbatasannya, melainkan kesadaran rakyatnya dalam menentukan apa yang layak dikonsumsi dan apa yang perlu diwaspadai.

Mikyal Milad/Istinbat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *