Refleksi Personal Branding Uwais al-Qarani
Uwais al-Qarani mengajarkan sesuatu yang berbeda. Ia tidak sibuk memperkenalkan dirinya kepada manusia, tetapi sibuk memperbaiki hubungannya dengan Allah.
Read moreUwais al-Qarani mengajarkan sesuatu yang berbeda. Ia tidak sibuk memperkenalkan dirinya kepada manusia, tetapi sibuk memperbaiki hubungannya dengan Allah.
Read more“Karena otak Indonesia belum pernah dipakai untuk berpikir, jadi kondisinya masih baru dan nilainya pun sangat tinggi.”
Read more“Jikalau Muslim (sekarang) mengamalkan ilmu-ilmu agama seperti fikih, niscaya mereka menjadi umat termaju dan paling beruntungnya manusia.”
Read moreDalam beberapa riwayat disebutkan ungkapan yang terkesan keras terhadap status membujang. Sayyidina Umar pun berkata, “Hanya orang lemah atau pendosa saja yang tidak mau menikah”.
Read moreAbu Hamid al-Ghazali menegaskan bahwa yang dimaksud dengan al-bulhu bukanlah kebodohan dalam agama atau ketidakmampuan berpikir secara umum,
Read moreKehidupan para nabi adalah contoh terbaik dalam menjaga reputasi agama, karena para nabi memiliki jiwa dan kepribadian yang baik
Read moreWali secara bahasa berarti penguasa[1]. Dalam Kamus Populer Ilmiah, wali Allah didefinisikan sebagai pengayom umat; pelindung umat yang diberi karamah
Read moreSeringkali, atau bahkan lumrah di sekitar kita bahwa perayaan ulang tahun merupakan acara sakral yang tidak boleh luput dari jadwal.
Read morePencitraan adalah usaha untuk membentuk citra atau kesan tertentu terhadap sesuatu, bisa seseorang, kelompok, produk, atau institusi di mata publik.
Read moreZaman dulu, keterbatasan fasilitas baik yang berbentuk sarana semacam alat tulis-menulis; pulpen, buku, komputer maupun prasarana yang biasanya berbentuk bangunan,
Read more