Al-Hafizh adz-Dzahabi; Dari Pengrajin Emas Menjadi Tinta Emas Sejarah

Kehausan adz-Dzahabi pada ilmu pengetahuan mulai menguat dan mengakar saat berumur 18 tahun. Disiplin ilmu yang pertama kali ia gemari ada dua, yaitu Ilmu Qira’at (bacaan al-Quran) dan ilmu Hadis. Guru pertama beliau dalam mempelajari ilmu Qira’at adalah Syekh Jamaluddin Abu Ishaq Ibrahim bin Dawud al-‘Asqalani.

Read more

Para Penyebar Kisah Israiliyat

Cerita Israiliyat mulai tersebar di kalangan umat Islam sejak peradaban Islam mulai bercampur dengan peradaban agama lain. Cerita-cerita ini diketahui bersumber dari orang-orang agama Yahudi dan Nasrani yang masuk Islam. Namun dalam kitab at-Tafsir wal Mufassirun, disebutkan bahwa tokoh utama yang menyebarkan kisah-kisah Israiliyat ada empat orang. Dari merekalah kebanyakan kisah Israiliyat bersumber.

Read more

Al-Imam Abu Hanifah; Cahaya Fikih dari Negeri Irak

Pernah diceritakan bahwa Abu Hanifah menangis di suatu malam saat sedang membaca al-Quran. Kisah ini ditulis oleh al-Mizzi dalam Tahdzîbul-Kamâl. “Dikisahkan dari al-Qasim bin Ma’an bahwa di suatu malam, saat Abu Hanifah sedang ibadah, ia mengulang-ulangi firman Allah (surat al-Qamar ayat 46) ‘Bahkan hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka. Hari kiamat itu lebih dahsyat, dan lebih pahit’. Abu Hanifah lalu menangis, dan terus bersimpuh hingga terbit fajar.”

Read more

Kupas Tuntas Perbedaan dalam Bahasa Arab

Tidak jarang dalam satu bahasa itu juga terdapat perbedaan, seperti bahasa Arab. Perbedaan dalam bahasa Arab terbagi menjadi tiga. Pertama, perbedaan logat dan ucapan. Perbedaan ini meliputi pergantian harakat bina’, i’rab, dan segala sesuatu yang didasarkan pada bentuk kalimat dan cara pengucapannya. Para ulama meriwayatkan bahwa perbedaan ini terjadi pada saat seorang lelaki bertanya kepada Umar bin Khaththab:  مَا تَرَى بِرَجُلٍ ظَحَّى بِظَبْيٍ . Sontak Umar dan orang di sekitarnya merasa aneh, dan Umar berkata: “Kenapa kamu tidak mengatakan ضَحَّى بِظَبْيٍ saja”. Lelaki menjawab “Wahai Amirul Mukminin itu adalah bahasa.”

Read more